Monthly Archives: September 2014

Bakmi Mbah Mo, Code Bantul Yogyakarta

 

Setiap Kali saya pergi ke Jogja, pasti saya menyempatkan diri mampir ke bakmi mbah Mo ini. Bakmi ini bisa dibilang salah satu bakmi jawa legendaris di Jogja, Lokasi Bakmi Mbah Mo memang di pinggiran kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Code, Bantul. Bakmi Mbah Mo dirintis sejak 1986 oleh Pak Atemo Wiyono yang biasa dipanggil Mbah Mo yang meninggal diawal tahun 2000-an. Saat ini usaha bakmi ini diteruskan oleh Mbah Mo Putri yaitu Mbah Yatin istri dari mbah Mo yang dibantu oleh ketiga anaknya. Saat ini mbah Mo putri sudah jarang memasak, beliau baru akan memasak jika memang dibutuhkan saja. Sebagai informasi tambahan bakmi Mbah mo ini tidak membuka cabang dimanapun termasuk di Jakarta.

Meskipun berlokasi di pelosok, pembelinya tetap saja antre. Bakmi Mbah Mo seakan tak pernah sepi pembeli. Sebagian besar tamu datang dari Kota Yogya, dengan menggunakan mobil atau bahkan taksi. Warung Bakmi Mbah Mo ini mulai melayani para pengunjungnya mulai jam 5 sore hari. Saya sendiri jika mengunjungi bakmi mbah Mo biasanya jam 16.30 saya sudah nongkrong di lincak (kursi panjang yang terbuat dari anyaman bambu) yang tersedia di warung itu, hal ini saya lakukan agar tidak terlalu lama mengantri dan biasanya memang saya mendapatkan nomor urut kurang dari 5.

Ada beberapa jalan untuk menuju ke lokasi ini yaitu lewat jalan parangtritis dan jalan Bantul. Kalau lewat Jalan Parangtritis, setelah menemui perempatan (traffic light) Manding ambil jalan ke arah barat (kanan), kemudian bertemu dengan perempatan jalan lingkar luar Bantul, ambil arah ke utara sampai menemui Desa Code. Sedangkan untuk jalur Jalan Bantul, setelah melewati Jalan Bantul dan sampai di perempatan (traffic light) daerah Klodran, ambil arah kiri (ke timur) menuju RSUD Bantul. Setelah melewati RSUD, kita akan menemui perempatan yang sama dengan jalur pertama, ambil ke arah utara (kiri) sampai menemukan Desa Code. Namun sekarang tidak perlu khawatir bila salah jalan, karena sekarang sudah ada papan petunjuk untuk menuju ke arah Warung Bakmi Mbah Mo setelah memasuki Desa Code.

Tampilan dari bakmi mbah Mo sendiri didominasi oleh warna pucat karena tidak menggunakan kecap sama sekali namun didominasi oleh kuah kental dari telor bebek, bawang dan kemiri. Meskipun pucat tapi ketika anda mencicipinya pada sendok pertama akan terasa kesegaran dan kelegitan dari racikan bakmi mbah Mo ini. Disini anda bisa memesan bakmi godog special, dikatakan special karena anda bisa meminta tambahan daging dada ayam, brutu, kepala ayam ataupun ati ampela. Untuk menikmati bakmi godog special ini anda cukup menebusnya dengan Rp 20.000. Oh iya perlu diketahui untuk minuman disini tidak menyediakan es teh atau es jeruk hanya ada minuman panas dan hangat saja. Untuk minuman hangat dari teh, jeruk, jahe bahkan tersedia juga wedang uwuh yang merupakan minuman tradisional yang berisi berbagai macam rempah-rempah untuk menghangatkan tenggorokan dan lambung kita.

Penasaran dengan bakmi mbah Mo ini? silahkan didatangi jika anda sedang berada di Jogjakarta. Untuk lebih jelasnya silahkan simak informasi mengenai bakmi mbah Mo dibawah ini.

Bakmi Mbah Mo
Menu Andalan : Bakmi Godog, Goreng dan Bakmi Nyemek
Range Harga : Rp 13.000 – Rp 20.000
Jam Buka : 17.00 – habis
Telepon : 0274-7486979, 081548557743
Alamat :Desa Code, Trirenggo Bantul jogjakarta
GPS Position : 7°53’14.6″S 110°20’51.9″E

Menjadi Orang Aneh Yang Mentaati Peraturan

Diatas motor bersama teman saya “Andreas Asdi Utama” ketika kami menuju ke bakmi jawa “Mas Tok” langganan kita di warung buncit, kami membahas mengenai payahnya disiplin pengguna jalan raya terhadap peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Jika boleh saya membandingkan dengan kedisiplinan orang Indonesia dengan beberapa negara yang pernah saya kunjungi memang terlihat suatu benang merah yang cukup jelas. Di Negara-negara yang maju  baik secara teknologi maupun ekonomi tingkat kesadaran dan kepatuhan terhadap suatu peraturan sangatlah tinggi. Bahkan saya bisa menarik kesimpulan secara cepat yaitu, ketika suatu negara rakyatnya sudah bisa mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dengan disiplin, maka secara perlahan-lahan negara tersebut akan semakin maju, sehingga bukan dibalik, maju dan sejahtera dulu baru bisa patuh hukum dan peraturan, namun kita harus patus terhadap hukum dan peraturan dululah baru kita bisa maju.

Ada pengalaman unik ketika saya berhenti di belakang garis disebuah lampu merah, saya malah diklakson berulang-ulang karena dianggap kurang maju memberikan space bagi pengendara dibelakang saya. Seakan-akan ketika saya mematuhi peraturan yang ada bahwa harus berhenti dibelakang garis putih, saya adalah orang yang aneh. Sedangkan melanggar sebuah peraturan jika dilakukan secara kolektif bisa dianggap sebuah kebenaran, apa ini bukan sudah terbolak-balik yaaa??? hehehhee kita sendiri yang bisa menjawabnya karena masalah utama yang dihadapi oleh negeri ini adalah kedisiplinan yang masih rendah disegala bidang.

So apapun pilihan kita mau ikut-ikutan melanggar peraturan atau ikut menjadi orang yang dianggap aneh karena taat peraturan, itu semua mencerminkan kualitas dari pribadi kita. Salam

Mendidik Anak Tugas Guru atau Orang Tua?

Pagi ini saya terlibat diskusi yang cukup serius dengan teman kantor yang sedang mencarikan sekolah TK untuk anaknya. Banyak sekali pertimbangan yang dia utarakan dari bahasa pengantar sekolah yang dia inginnya porsi bahasa Inggris lebih besar, sampai fasilitas yang diberikan oleh sekolahnya.  Bahkan teman saya ini rela mengeluarkan lebih dari 1 juta rupiah untuk SPP anaknya perbulan, asalkan anaknya mendapatkan sekolah yang bagus.

Pertanyaan menggelitik bagi saya, sekolahan yang bagus bagi anak TK itu yang seperti apa ya? Sepengetahuan saya yang setiap hari mengantar anak ke sekolah, kehidupan anak TK tidak lepas dari bermain sambil belajar dan berdoa. Saya dan istri memang sepakat untuk memasukan anak kami ke sekolah Katolik selain untuk pendidikan agama biasanya sekolah katolik mengajarkan anak mengenai disiplin yang lebih dibandingkan sekolah lainnya. Kembali mengenai sekolahan TK, menurut saya kadang kala orang tua ketika memilih sekolah, mereka memilih sekolah yang menurut mereka sebagai orang dewasa itu baik, baik dari segi kurikulum, fasilitas dan bahasa pengantar. Seakan-akan sekolah yang kurikulumnya padat, terus disekolah ada kolam renangnya dan komputer canggih serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarlah yang disebut sebagai sekolahan yang bagus. Namun apakah sudah ditanyakan ke si anak apakah dia suka atau tidak, apalagi ini anak TK yang moodnya bisa berubah-ubah.

Sepengetahuan saya anak hanya membutuhkan dua hal ketika dia bersekolah yaitu NYAMAN dan SENANG. Fasilitas yang bejibun itu tidak akan ada gunanya kalau anak kita tidak merasa nyaman dan senang. Sejatinya pendidikan anak terutama adalah ketika dia dirumah, kita tidak bisa menyerahkan 100 persen pendidikan anak ke guru disekolah yang hanya beberapa jam bersama anak. Ada paradigma bahwa karena si orang tua sudah membayar mahal bagi pendidikan anaknya maka ketika anaknya tidak sepintar yang si ortu inginkan maka dia akan langsung menyalahkan sekolah dan mencap sekolah tersebut dengan sekolahan yang jelek karena gagal mendidik anaknya menjadi pintar.

Ingat pepatah satu jari menunjuk kesalahan orang lain jari yang lain menunjuk ke diri kita. Ketika menyalahkan sekolah karena gagal mendidik anak kita, sebaiknya kita juga harus introspeksi ke diri kita, apakah peran kita juga sebagai orang tua sudah kita lakukan sebaik-baiknya dalam mendidik anak? Perilaku anak tidak akan terlepas dari cara didik orang tuanya. Mendidik anak untuk menjadi pintar dalam pelajaran akan bisa didapatkan disekolah, sedangkan mendidik karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggungjawab dan pekerja keras itu adalah tugas kita sebagai orang tua sebagai bekal untuk kehidupannya dimasa datang. Pendidikan karakter inilah yang menurut saya sangat penting, karena ketika kita bisa menjadikan anak pintar pada pelajaran dia belumlah tentu karakter dia juga cemerlang, namun ketika kita berhasil mendidik karakter anak maka si anak akan bisa dengan sendirinya menyesuaikan dirinya untuk belajar dengan lebih tekun dan giat tanpa kita minta dan kita awasi dengan ketat, sehingga tidaklah mustahil dia juga akan menjadi anak yang unggul.

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk menyediakan pendidikan yang terbaik bagi anak, namun biarkan anak kita bermain bersama teman-teman sebayanya, biarkan dia tumbuh sesuai dengan usianya, janganlah kita paksa agar dia tumbuh menurut keinginan kita. Anak adalah anugerah dari Tuhan sudah sepantasnya kita memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi dirinya. Seperti kebahagiaan hati kita ketika melihatnya lahir kedunia ini untuk pertama kalinya.