Mendidik Anak Tugas Guru atau Orang Tua?

Pagi ini saya terlibat diskusi yang cukup serius dengan teman kantor yang sedang mencarikan sekolah TK untuk anaknya. Banyak sekali pertimbangan yang dia utarakan dari bahasa pengantar sekolah yang dia inginnya porsi bahasa Inggris lebih besar, sampai fasilitas yang diberikan oleh sekolahnya.  Bahkan teman saya ini rela mengeluarkan lebih dari 1 juta rupiah untuk SPP anaknya perbulan, asalkan anaknya mendapatkan sekolah yang bagus.

Pertanyaan menggelitik bagi saya, sekolahan yang bagus bagi anak TK itu yang seperti apa ya? Sepengetahuan saya yang setiap hari mengantar anak ke sekolah, kehidupan anak TK tidak lepas dari bermain sambil belajar dan berdoa. Saya dan istri memang sepakat untuk memasukan anak kami ke sekolah Katolik selain untuk pendidikan agama biasanya sekolah katolik mengajarkan anak mengenai disiplin yang lebih dibandingkan sekolah lainnya. Kembali mengenai sekolahan TK, menurut saya kadang kala orang tua ketika memilih sekolah, mereka memilih sekolah yang menurut mereka sebagai orang dewasa itu baik, baik dari segi kurikulum, fasilitas dan bahasa pengantar. Seakan-akan sekolah yang kurikulumnya padat, terus disekolah ada kolam renangnya dan komputer canggih serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarlah yang disebut sebagai sekolahan yang bagus. Namun apakah sudah ditanyakan ke si anak apakah dia suka atau tidak, apalagi ini anak TK yang moodnya bisa berubah-ubah.

Sepengetahuan saya anak hanya membutuhkan dua hal ketika dia bersekolah yaitu NYAMAN dan SENANG. Fasilitas yang bejibun itu tidak akan ada gunanya kalau anak kita tidak merasa nyaman dan senang. Sejatinya pendidikan anak terutama adalah ketika dia dirumah, kita tidak bisa menyerahkan 100 persen pendidikan anak ke guru disekolah yang hanya beberapa jam bersama anak. Ada paradigma bahwa karena si orang tua sudah membayar mahal bagi pendidikan anaknya maka ketika anaknya tidak sepintar yang si ortu inginkan maka dia akan langsung menyalahkan sekolah dan mencap sekolah tersebut dengan sekolahan yang jelek karena gagal mendidik anaknya menjadi pintar.

Ingat pepatah satu jari menunjuk kesalahan orang lain jari yang lain menunjuk ke diri kita. Ketika menyalahkan sekolah karena gagal mendidik anak kita, sebaiknya kita juga harus introspeksi ke diri kita, apakah peran kita juga sebagai orang tua sudah kita lakukan sebaik-baiknya dalam mendidik anak? Perilaku anak tidak akan terlepas dari cara didik orang tuanya. Mendidik anak untuk menjadi pintar dalam pelajaran akan bisa didapatkan disekolah, sedangkan mendidik karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggungjawab dan pekerja keras itu adalah tugas kita sebagai orang tua sebagai bekal untuk kehidupannya dimasa datang. Pendidikan karakter inilah yang menurut saya sangat penting, karena ketika kita bisa menjadikan anak pintar pada pelajaran dia belumlah tentu karakter dia juga cemerlang, namun ketika kita berhasil mendidik karakter anak maka si anak akan bisa dengan sendirinya menyesuaikan dirinya untuk belajar dengan lebih tekun dan giat tanpa kita minta dan kita awasi dengan ketat, sehingga tidaklah mustahil dia juga akan menjadi anak yang unggul.

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk menyediakan pendidikan yang terbaik bagi anak, namun biarkan anak kita bermain bersama teman-teman sebayanya, biarkan dia tumbuh sesuai dengan usianya, janganlah kita paksa agar dia tumbuh menurut keinginan kita. Anak adalah anugerah dari Tuhan sudah sepantasnya kita memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi dirinya. Seperti kebahagiaan hati kita ketika melihatnya lahir kedunia ini untuk pertama kalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>